Thursday, April 13, 2006

Kebab Indra.


Sore tadi hujan lebat kembali mengguyuri areal KK, sejam kemudian air tampak mulai menggenangi KK40 pertanda bakalan banjir. Wandi lantas saja menutup lubang2 air dikamar mandi belakang. Sampai adzan Maghrib sambil menunggu hujan masih deras aku sempat mengobrol dengan Tata, 21 tahun yang sebagai seorang keturunan keraton Ngajogyakarto Hadiningrat diyakini punya kemampuan mata bathin (clair-voyant). Namun jam 18:30 terpaksa menerobos hujan dari RM ke warnet buat shalat Maghrib. Selesai shalat meneruskan bacaan Al-Baqarah yang sempat terhenti di 2 surat menjelang 'Ain karena adzan 'Isya. Selesai adzan bacaan diteruskan sampai mencapai 'Ain lalu 'Isya ditutup witir. Sampai jam 21 mengobrol bertiga dengan Wandi dan yi Maman perihal sejak Maghrib hanya ada satu pelanggan yang makan. Yah namanya juga menjemput rizqi yang seyaqiennya telah diatur Allah SWT. Kita cuma dharma ihtiar. Termasuk Indra yang baru aja mengoperasikan Kebab di halaman parkir. Katanya penjualan perdananya 50ribu, itupun sebagian terbesar berasal dari pembelian keluarga CV Raisson. Pelanggan nyata menghasilkan Rp 10ribu saja.
Namun sampai jam 21 itu diajeng tak tampak melintas yang diperkuat Wandi kalau sejak 'Ashar juga tak melihatnya melintas. Kemana ya? Apa karena besok Jum'at hari libur lalu langsung mudik?
Mana besok rencananya mau ke Kuningan bersama ambu buat menengok Wak Rien di Cilimus.
Info baru didapat dari mas Harto, katanya setelah adzan 'Isya diajeng pulang.
"Mas sempat melihatnya?"
"Ndak pak. Tapi Diana yang memesan bakso bungkus sempat teriak 'Mbak Fiona tungguin'."
"Kapan mas?"
"Sekira 5 menit setelah adzan 'Isya."
"Kalau begitu pas aku lagi shalat 'Isya lalu ditutup Witir."
Subhanallah walhamdulillah, syukurlah diajeng tidak kuyup kehujanan.
Kalau sampai kuyup, kan gak mungkin juga mau nungguin yang mesen bakso bungkus. Tul gak?

No comments: