Tuesday, April 11, 2006

Diketiadaan suka bermakna berlian.


Siang tadi Alhamdulillah hujan besar disertai angin kencang dan guntur.
Lalu tiba2 air jernih terguyur deras dari langit itu merayapi lantai RM Sunda.
Subhanallah, akankah banjir besar akan berulang setelah 20 Feb 2002 yang lalu?
Sambil menerobos hujan aku bergegas ke warnet untuk melakukan persiapan akan hal2 yang perlu.
Wartel warnet gak masalah buat ketinggian air sampai 75cm.
Tapi Raisson Hilton? Tentu perlu disiapkan semua benda yang ada dilantai buat dipindahkan keketinggian 60cm saja. Kalau air datang melebihi elevasi itu, artinya Raisson akan terendam dan kedinginan. Namun bakdal 'Ashar digaris KK40 tampak aliran air keruh yang menuju ke pintu air. Alhamdulillah. Artinya kekuatiran akan banjir yang lebih besar tak terjadi.

Malamnya menjelang 'Isya selagi ngobrol dengan Wandi yang baru pulang milir dari Sukabumi sambil duduk bergelap yang hanya diterangi oleh cahaya remang warung Betty dan lampu belalai stork proyek Grand Indonesia. Di jam 19:49 terdengar detak yang kukenal sebagai detak hak sepatu hitam dari langkah diajeng. Ketika kupalingkan kepala kebelakang sekilas tampak bayangan hitam berlalu kearah menara gading. Kata Wandi memang sosok diajeng yang mengenakan rok dan blazer hitam dengan kemeja putih. Selamat beristirahat ya jeng Fiona. Tidurlah dengan nyaman untuk nantinya sesekali datanglah buat mencoba lagi kenyamanan fasilitas wartel kami yang terkenal murah itu. Terakhir kunjungan diajeng itu pada 12 Okt 2005, bukan?
Dalam ketiadaan visual begini, terbayangkan kalau tampilan diajeng seperti berlian magistis deh.

No comments: