Monday, July 28, 2008

Ajeng



Dah lama ya gak ada kisah Ajeng. Habis jarang banget tampak melintas sih. Pernah sebulan lalu waktu ada yang cek mesin Katana, Ajeng melintas pas aku berdiri di luang pagar. Dari ekor mata tampak geraknya dengan senyum di wajahnya. Berkaus coklat muda dan jean putih. Sempat juga sih lihat gerakan jemarinya yang bersih dan indah, dan hanya itu aja yang kusempat.

Sekira Rabu petang seminggu yang lalu. Dari meja kasier tampak Ajeng melintas dengan blus putih dan gaun lurik putih hitam. Dilengannya terjinjing tas besar hitam yang tampak berat. Gerak tungkainya yang gemulai tampaknya disangga sepatu balet merah. What a fancy shoe!

Friday, May 02, 2008

Intan



Ternyata sosok gadis langsing cantik ini telah menarik perhatian anak2. Dan Intan, memang gadis yang ramah, ceria dan suka ngobrol. ternyata dia kerja di Bank Danamon. Dara manis itu ternyata ortunya berdomisili di Poris Pelawad itu lho. Intan Kumaladewi bekerja di Bank Danamon.

Thursday, March 20, 2008

Nduk Dhani



Tadi tuh ya di jam 20.00 ketika lagi duduk ngadem di anjungan rohto sembari nyeruput segelas jus jambu batu merah dingin. Seunit motor berpenumpang 2 orang berhenti didepan Raisone. Lalu sesosok dara langsing kuning cantik tersenyum, '"Selamat malam oom. Wartelnya buka ya oom?"
"Eh nduk Dhani. Selamat malam nduk. Iya wartel buka tuh nduk." Jawabku. Sementara Dhani ke KBU #1, temannya memarkirkan motornya lalu tegak bersandar ke motor menunggu nduk Dhani. Aku lalu mengajaknya duduk dianjungan satunya didepanku, dan dengan sikap santun dianya mendekati seraya menenteng helmnya.
"Udara panas sekali ya." Kubuka saja obrolan ringan.
"Iya nih oom. Kayaknya hari ini gak hujan deh." Tawanya.
"Iya rasanya memang nggak, Tapi kemarin2 meski hujan juga tetap aja sumuk." Kekehku.
"Iya oom, hawa sekarang semakin panas aja." Tawanya menimpali.
"Untung juga simas memakai helm ya. Klo gak kan kulit kepala bisa lumer meleleh tuh." Godaku kepada cowok muda ghuanteng ini yang disambut dengan tawanya.
"Tinggal dimana?"
"Di Mampang oom."
"Mampang mana, Perapatan atau Buncit?"
"Buncit oom."
"Udah lama tinggal di Buncit?" Kenangku akan Suparmin teman semasa SMAku dulu.
"Baru oom, belum sebulan."
"Pindahan darimana?"
"Tadinya di Pondok Gede oom." Jawabnya dengan ringan.
"Pondok Gede yang masuk ke Bekasi atau Jakarta?"
"Perbatasan sih oom. Jatiwaringin dan Asrama Haji kan masuk Jakarta Timur oom." Tawanya.

Tak lama sinduk Dhani sudah selesai menggunakan jasa wartel, lalu datang menghampiri.
"Long wiken, kirain nduk Dhani berlibur ke YK."
"Nggak kok oom, tapi tadi bapak datang. Tapi sekarang sudah pulang lagi."
Tawa sinduk dengan cantik sumringah serasi dengan busana yang dikenakan pas di seliranya. Mengenakan jins coklat luntur dan longsleeve t-shirt berwarna coklat kehijauan. Kakinya yang kuning bersih cantik itu mengenakan sendal jepit kulit teple khas YK yang cerah kekuningan.
"Mari oom." Senyumnya nyopan seraya permisi yang diikuti oleh temannya.
"Iya mari nduk. Selamat istirahat ya." Senyumku seraya nyaman menatapinya.
Keduanya lalu berboncengan buat ke Menaragading yang hanya terselang rumah sebelah kiri dan masjid itu. Duh hebatnya adab sicantik itu, meskipun sinduk bisa aja jalan kaki 15 meter aja. Tapi begitu dia hargai sosok temannya dengan ikut berbonceng di motornya. Beruntungnya dia. Inilah sosok wanita berbudaya luhung, yang tahu ngadiseliro yang kecantikan pisiknya selaras dengan kecantikan bathinnya. Subhanallah. Tentu terlahir dari satu pohon keluarga linuwih.

Thursday, March 13, 2008

Busana putih hitam kayak lagi magang aja deh



Selagi bikin tulisan di Goodreads, dari sisi kanan melalui kaca jendela di jam 14.20 tampak Ajeng berlalu buat beraktivitas. Dari gaya jalannya tampak lagi kesusu ngejar waktu. Wajahnya juga kereng dengan bibir cantik lipstick grave bertaut kayak yang lagi emosional deh. Mana tata rambutnya simpel cuma diikat belakangnya doang. berblus putih dengan rok hitam. Selebihnya gak kelihatan tuh. Tenang aja atuh Ajeng, tak akan lari gunung dikejar kok. Be lovely, gituh lho.

Saturday, March 08, 2008

Alhamdulillah, ternyata masih ada.



Hehe, makasih buat komplimen teruk nih. Semalam pulang dari masjid di jam 19.20 begitu mahu masuk warnet, aa berpapapasan kat Ajeng yang dah lama tak tampak. Aa kira pindah kerana dah berkahwin, tapi ternyata masih tetangga boarding house kat aa. Hati pun tergelitik Kenapa Ajeng yang cantik jelita seksi itu masih belum temu jodoh. Entah juga klo ianya masih menunggu saat2 aa menduda tuh. Kan aa dah tahu klo Ajeng tak mahu dimadu, meski aa pernah bilang terpesona kat Ajeng di 2005 juga. Gituh lho TA Meskipun dibawah sinar lampu mercury yang temaram, aa tak begitu perhatikan. Namun sekilas gadis yang berkemeja putih bercelana bermuda bermotif bunga kelabu itu tentu tetap tampil mempesona meski jalannya bergesa juga.. Hehe, kapan deh yaaaaaa?!

Thursday, March 06, 2008

Flashdisk yang bikin telmi...



Besoknya pagi2 di jam 6 kubawa saja FD itu ke Menaragading. Begitu masuk ke pintu kecil tampak bu Ani tengah membakar sampah dipekarangannya. Setelah kuutarakan maksudku, lalu kutitipkan saja FD itu kepadanya buat disampaikan kepada jeng Dhani.
Sekira jam 7 selagi nulis di blog ini, terdengar sapaan Selamat pagi yang halus lembut. Saat kudongakkan kepala di frame pintu tampak sesosok putri yang indah jelita, cantik dan manis sekali. Klo dekat tentu akan tercium bau tubuhnya yang segar wangi.
“Terimakasih ya oom. Jadi repotin oom aja nih.” Tawanya berkerlip dimatanya..
“Selamat pagi jeng. Tentunya semalam tidurnya nyaman ya?” Kekehku. senang.
“Memangnya saya kelihatanya gimana oom?” Tawanya.
“Jeng tampak segar, ceria, jelita,. Kecemerlangan kulit tampak beda dengan penampilan semalam.” Hehe, tetapi aku faham karena tampak klo jeng Dhani lagi kesusu kok.
“Sekali lagi terimakasih ya oom.” Tawanya sembari mengacungkan laku sungkemnya.
“Tak apa kok jeng. Oom senang klo ada yang bisa oom lakukan buat jeng Dhani.”
Lalu jeng Dhani pamit, dan kuresapi penampilannya yang mengenakan busana coklat gelap dengan seuntai selendang senada yang berjulur di lehernya yang cantik itu.



Hemmmhh, ceritera soal FD tentunya lagi menjadi perhatian khususku sejak semalam. Jengkel juga sih disaat kuperlukan buat menyimpan data, tapi malahan lungo saat mau kutatapi kembali. Agaknya karena semalam aku kecapekan banget, makanya operasi simpan folder di drice C menjadi fatal. Hehe, salah lihat kudunya klik D malahan klik C.
Sebetulnya sih ada FD kebanggan, hanya karena bentuknya yang tipis tapi spasinya 128MB. FD itu dibeli dari M2M awal Maret 2005, juga tak bisa kugunakan buat simpan file di 21 Agu 2005 karena tengah dipinjam oleh Aip sulungku buat transportasi data dari KK ke Citra.. Iya sih karena peristiwa itu makanya lahirlah blog Menaragading ini. Lamaaaaaa baru dikembalikan di akhir tahun 2007 yang lalu saat Aip transportasi data Raisone buat Ade dan ibunya. E-eh 3 hari sebelum kisah jeng Dhani ini, kembali FD itu dipinjam oleh Fajar temannya Ade buat distribusi data ke teman2nya di kampus. Tapi kan akibatnya sama aja bagiku. Matak telmi kehilangan data2 yang sungguh penting..

Flashdish tertinggal


Di kunjungannya yang ke 2 malam itu Dhani tertinggakan flashdisk diatas konter. Seperti biasa barang temuan seperti itu lalu kugantung saja di trali besi boongan agar mudah ditemukan. Lalu tinggal kutunggu kedatangannya besok karena muatan FD itu penting banget. Tadinya ingin kuantarkan biar Dhani gak kawatir atau apa, maklum saja sejak jam 22.50 saat dianya menanyakan kapan tutup dengan wajah tension yang nampak dah capek dan mengantuk entah bete. Agaknya lagi dikejar deadline. Sempat kutawarkan minuman teh panas atau mie rebus, agar terjaga kesehatan dan stamina. Tapi dengan manis dia menolaknya. Duh pokoknya sibuk banget deh. Mana sambil typing, dianya juga minta nofax buat kekantornya. Setelah dapat fax lalu bikin janji buat kirim fax balasan, setelah dokumen yang disiapkannya selesai..Sayangnya tak terpenuhi karena hari kian larut malam. Sempat juga sedikit2 kugodai sambil kukagumi sosok keayuannya, Dia tampaknya menikmatinya dengan sopan. Tapi lalu kuhentikann saja kawatir konsentrasinya malahan tersendat. Akhirnya kujanjikan akan menemaninya sampai keperluannya selesai. Itu terjadi di lewat tengah malam setelah ngeprin dll.. Entahlah, tapi melihat sosoknya timbul aja rasa saying sayange kepadanya. Setelah kubekali pesan2 buat jaga kesehatan, “Ingat lho, oom gak mau nduk sakit.” Ditinggalkannya seulas senyuman manis seraya kembali ke boarding house nya.

Thursday, February 28, 2008

Buat Dhani jam berapapun tentu kutunggoni.

Bunga nirwana


Tak lama atau di jam 21.15 Dhani kembali lagi lalu duduk di meja #15 lalu bertanya ke SAde tentang pelayanan fax. Kemudian menelepon rekannya sambil menyebutkan nomer fax Raisone. Tak lama 4 lembar dokumen terkirim dan diterima

Dhani, sang putri YK...

  Cahaya

Menjelang maghrib saat mau mandi sore, pintu dapur terbuka. Buat menjaga hil2 yang mustahal maka sebaiknya kututup aja ya. Ketika mendekat, dari celah garis pintu tampak seorang gadis berjinsbiru berkaus merah bule dengan rambut diekorkuda lagi bimbang mematutkan diri masih berdiri, lalu duduk diatas kursi didepan kompi #13 di jam 17.57. Selesai mandi aku ingin membuka Opera buat menjejak kota di Malaysia buat kugunakan member searching di Skype. Sambil menjinjing segelas kopi kuliwati saja gangway didepan gadis itu buat menuju ke kompi #4 satu2nya yang masih kosong.
Tiba2 gadis cantik bertubuh sintal semampai itu menyapaku.
“Selamat sore oom.” Ucapnya sambil tersenyum manis. Gurat wajahnya memang cantik ditunjang oleh postur yang impresif dan kulit yang kuning bersih.
Lalu dengan ragu kujawab buat tatakerama, “Selamat sore. Apa khabar? Kok udah lama gak kelihatan.” Tawaku sok akrab. Biasalah namanya juga pedagang jasa ya kudu ramah. Apalagi disapa duluan. Mana oleh gadis cantik ayu menawan mata dan rongga hati.
“Baik oom.” Tawanya dengan akrab.
“Mari, silahkan.” Tawaku seraya duduk sambil mikir2 siapakah gerangan dianya ini?

Selagi sibuk cari2 data pribadi yang tadi siang sempat kusimak tapi belum ketemu, katanya Kelantan deh,  gadis itu menyapaku, “oom, boleh tidak saya pindah.” Tanyanya sambil matanya memindai meja2 warnet. Tapi kebetulan lagi fullhouse tuh.
“Kenapa mbak?” Tanyaku sambil memandangi postur cantik menarik itu.
“Ini oom. Mouse ini susah buat dipakai ngeblok tulisan.”
“Mau nggak kalau pindah kemari?”
“Nanti aja deh oom.” Jawabnya sembari mikir. Agaknya dia tak nyaman hati karena tahu kalau kompi yang kutawarkan itu lagi kupakai. Aku lalu lanjut ngenet. Tak lama Yogi di meja #1 bangkit lalu bayar ke kasier. Dan gadis itu langsung memindahkan bawaannya di meja#1. Kemudian menuju ke kulkas minuman dan diambilnya sebotol soda.
Dia tampak sibuk dengan berkas2 yang dibawanya dan beberapakali calling via hape. Tapi vokal yang keluar dari bibir cantik mungil itu rasanya kukenal kok. Lalu masuk lagi Yogi bersama Lina yang duduk di #2. Hehe, Yogi menyapa sicantik. Kok akrab dengan Yogi? Apakah dia kost di Menaragading juga ya? Tapi tampaknya tak akrab dengan Lina. Yogi lalu duduk di meja #6. Selagi aku semakin asyik aja menatapi postur dan gerak bibirnya. Datang 2 orang yang mau make kompi. Tersedia #13, hehe buat yang satu lagi aku kudu merat dong. Setelah ku close semua site yang kubukia, aku lalu begeser ke konter kasier. Nah disitulah aku baru tersadar....

“Maaf. Ini Dhani ya?” Sapaku buat konfirmasi.
“Iya oom. Kan tadi oom dah bilang iya Dhani.”
“Nggak ah. Tadi oom bilang selamat sore apa khabar, tapi gak sebut nama Dhani kok. Duh maafin oom yang gak segera ngenalin Dhani mya nduk.” Tawaku dengan malu.
”Nggak apa2 kok oom. Saya yang terimakasih sama oom.” Tawanya dengan huayu dan ma’ruf. Duh Dhani nduk Yogyakarta ini memang ketoro nyoto tatakrama priyayi inteleknya. Di jam 20.17 Dhani selesai entah karena temannya datang. Setelah membayar, lalu kutatapi langkahnya saat melintas di transparansi dinding kaca depan. Tapi itu botol soda yang baru tereguk sepertiganya langsung ditinggalkannya diatas konter. Agaknya tahu aja Dhani klo aku memang lagi butuh soda buat menyamankan sengal di pinggangku karena kebanyakan duduk.



.

Thursday, January 24, 2008

Mayo Atrisa



Dara manis Jambi yang berkulit kuning bening ini kost di KK37. Tapi sudah hampir 2 minggu menjadi klien warnet, sambil mencari tempat kost baru. Tentu aja kusarankan di Menara. Alumnus HNI Bandung ini mengeluti kesehariannya di kitchen hotel berbintang di Jalan Thamrin. Hehe jadi ingat pernah kerja selama 3 bulan di kitchen hotel Asoka di 1970an
“Pic Mayo dengan busana cheong-sam apik punya tuh. Boleh gak bapak simpan diblog.”
“Klo oom suka silahkan aja. Tapi pic itu biasa aja deh oom.” Tawanya manis.
“Gak biasa ah. Tapi rhuuuuuuaaaaarrrrr biasa kok.” Godaku. Tawanya kian cantik aja..
“Oom juga ada sepupu di Jambi tuh. Rumahnya di jalan Camar II.”
“Waduh Ayo gak tau jalan Camar dimana tuh oom.” Tawanya masih cantik.
“Mayo tau gak ruko Matahari?”
“Rumah Ayo dekat ruko Matahari tuh oom.” Sibuknya merabai tas jinjingnya.
“Sepupu oom rumahnya dibelakang ruko Matahari. Ya udah, nanti kapan2 kita ngobrol lagi ya.” Tawaku yang dijawab dengan senyumannya. Lantas setelah mengiyakan, sosok cantik Mayo melenggang kearah KK40.
.

Tuesday, January 22, 2008

Kemeja hitam muda cantik...

Jam 17.00, selagi duduk di anjungan rohto bersama Ade dan Evan sambil menikmati jus jambu merah bikinan ambu. Dari belakang melintas Ajeng menuju ke Menara. Sikapnya memang tenang, tapi langkahnya tak gemulai. Tungkainya disangga oleh sepasang sandal kulit teple kuning, memperlihatkan tendon yang agak tebal. Tangan kiri menjinjing tas besar. Pesonanya justru datang dari kemeja hitam muda cantik yang disangga oleh rok apik berbahan lurik bergaris lebar hijau dan ungu. Rambut sekuduknya selalu hitam tampak agak bergelombang. Sayang tak sempat tampak rona wajahnya, juga disaat membuka pintu kecil ke menara...

Sunday, January 20, 2008

Gituh lho.



Duh dah lama banget gak pernah melihat Ajeng, smp tadi siang sekira jam 11.25 ketika tengah berbincang bersama Ade dianjungan rohto. Sidemplon itu melintas dari menara. Kayak yang baru pulang liburan di pantai deh, inipun cuma asumsi dari melihat pekulitannya yang lebih gelap. Dikenakannya t-shirt putih dan celana bermuda hijau pupus berkotak kecil2, rambutnya ditutup dengan setangan semu kuning. Tungkainya bersangga kepada sepasang sandal jepit leisure. Langkahnya masih tetap segemulainya Ajeng. Gituh lho.

Thursday, January 17, 2008

Okta



Sejak poagi ISP ngampret gak jalan, akibatnya suhu warnet semakin panas. Makanya kubuka aja pintu, lalu duduk di anjungan rohto. Sekira jam 07.15 dari arah belakang terdengar sapaan manis lembut.
"Selamat pagi pak Eman..." Kiranya Okta tampil dengan wajah segar dan senyum mengembang. Duh busana gelapnya tampak serasi dengan bangun tubuh dan kuning tungkainya yang ditopang oleh sepasang sendal kulit khas Jogya. Lengan kanan mencangking blazer hitam.
"Selamat pagi nduk. Apa khabar?"
"Alhamdulillah baik pak. Bapak gimana, sehat khan?" Tawanya mengorak membentuk lesung pipit manis di wajahnya dan  sudut matanya menjadi lucu.
"Alhamdulillah sehat nduk. Kok lama gak kelihatan?"
"Iya pak, aku pulangnya malam terus."
"Kantor Plaza Indonesia tengah sibuk rupanya."
"Aku udah gak disana lagi pak. Tapi di Ritz Carlton. Membuka wawasan baru kok pak."
"Klo gitu sekarang nduk menetap disini ya." Wajahnya tampak terdelong mikir sesaat.
"Klo di Plaza kan sebagai representatif dari hotel di Jogya."
"Oh iya pak, sekarang akau menetap disini."
"Klo begitu nduk jaga sehat kuat buat meraih sukses ya..."
"Terimakasih pak. Klo begitu ssaya permisi dulu nya pak."
"Iya nduk. Selamat jalan. Hati2 ya..."
"Iya pak. Bapak juga ya..." Senyumnya apik tenan lho. Lantas Okta melenggang meneruskan langkah di tungkai lencir kuningnya itu, yang kupandangi smp berbelok kiri di KK40.

Wednesday, January 16, 2008

Dhani



Alhamdulillah. Sore ini kedatangan jeng Dhani yang bukan cuma cantik anggun tapi juga manis budi bahasa. Hehe, duduk di pc # 15 sedari jam 18.14 selama 12 menit itu buat kirim email ke kantornya."Sudah oom, saya cuma kirim email ke kantor aja kok. Jadi klo diperlukan gak usah datang karena jauh."
"Duh untung dong klo bisa begitu." Tawaku senang. Tadinya malahan mo nanya kerja dimana, karena rupanya bukan di Plasa Indonesia seperti Okta. Tapi dengan sopan kutahan.
"Klo Okta dah lama ndak kesini ya oom?" Senyumnya.
"Iya tuh jeng Dhani. Sejak Idul Fitri baru sempat kemarin terlihat melintas."
"Iya oom, Okta pulangnya sering malam."
"Iya jeng. Tentu Okta dah cape dan perlu segera istirahat. Maaf, klo dari nada bicara kayaknya jeng Dhani ini dari Yogya juga ya?"
"Iya tuh oom." Tawanya serasi dengan busananya yang tampil eksotis beraksen kecubuing itu.
"Apa oom dari sana juga?"Ttatapnya demngan mata jeli rada menyelidik.
"Oh bukan. Klo oom dari Kuningan."
"Klo tante?"
"Klo tante dari Sukabumi. Tapi oom tau penggunaan bahasa Jawa sekedar buat pergaulan aja."
"Oh gitu ya oom. Bagus tuhn bisa buat banyak keperluan."
"Iya jeng Dhani, oom biasanya lakukan buat rame2in nulis di email atau blog aja kok. Ngomong2, beberapa waktu yang lalu oom melintas tempat kost. Lalu tampaknya Adenium lagi berbungan mekar indah. Gak tahan, lalu oom potretin aja. Kata Sapta sih, tanamannya Elia."
"Iya tuh oom. Elia memang suka kepada tanam2an bunga."
Dari Sapta oom dengar klo Sapta suka masak, klo Okta suka berbenah. Gak tau nih klo sicantik yang ini sukanya apa?"
"Klo saya gak punya hobby oom. Sukanya tidur."
"Klo suka tidur biasanya suka makan dan akan tampak kepada bagun tubuhnya. Tapi jeng Dhani ini bangun tubuhnya indah kok. Oh ya namanya Wardhani ya?"
"Bukan kok oom. Dhani Permatasari."
"Duh makasih ya. Oom jadi tau nih namanya yang cantik begini."
"Hehe,  gpp kok oom. Udah ya oom saya pamit dulu."
"Oh ya mari jeng, makasih ya. Salam buat Okta."
"Pasti saya sampaikan oom. Sampaikan juga salam saya buat tante. Selamat sore."
"Iya jeng, selamat sore. Istirahat yang nyaman ya."
"Iya oom. Terimaksih." Dan senyum cantik lembut itupun melenggang dengan ayunya, dibawah sebentuk tatapan pesona yang menembus kaca sebelah konter kasier.

Tuesday, January 01, 2008

Vee-tee




Gadis cantik kecil mungil imut ini ternyata kakak kandung Heny Febrianti. Yang namanya sosok kecil itu biasanya rame. Dan Fetty memang rame kok. Mana senang banget klo kugodain apa aja. Kukenal dia waktu gunakan wartel, di malam Jemuah, 22 Nov 2007 jam 22.00. Pas malaman yang besok paginya jam 06.45 aku terkena musibah crash-landing di wc nubruk tempayan itu lho. Dianya mah cuma ganda ketawa aja waktu kugodain. klo ketawa mata nya tampak sipit kayak celengan semar. "Huh aa mah, suka bisa aja deh." Keplaknya.

Monday, December 17, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 80 blogs, on date Dec 17th, 2007. Hours 14.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Abah, Most. Ajeng, 3rd. Andra, 4th.
Denok, 5th. Tantri, 7th. Technorati, 8th.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Sunday, December 16, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 80 blogs, on date Dec 16th, 2007. Hours 16.30
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Abah, Most. Ajeng, 2nd. DiaryFrenster, 3rd. ManaDimana, 4th.
Risanti, 5th. TebakManggis, 6th.  Technorati, 7th.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Saturday, December 15, 2007

Bunga Elia


5 hari yang lalu waktu lihat terpandang bunga cantik menghiasi halaman dekat tembok kiri Menaragading. Tergerak sih hati buat memotretnya buat dipajang di Flickr. Meski hati berdebur juga takut disangka mo ngintip. Tapi kemarin sore justru Sapta yang kasih semangat buat motret sekarang juga takut keburu layu. Bunga2 itu hasil tangan dingin Elia. Klo Sapta hobbinya masak. Klo Okta bebenah beres beres. Dilantai satu ada juga Ana, Dhani, Fifi dan beberapa nama lain. Tapi8 siapa Ana ya? Blum familiar tuh.
Hehe iya juga yah, makanya meski sambil tereak2 juga minta ijin ke bu Ani buat masuk ke halaman. Jaba bu Ani dengan antusiasnya buru2 pindahin tempat sampah lagi. Huh, dikit2 juga tetep aja ngerepotin tetangga ya. Lantas jekrek2 ngambil 6 gambar. Tapi selagi gitu bener aja, ada tampang judes yang berkaus dan hotpant putih, pura2nya membereskan jemuran. Apa aku yang keren2 ginih, mana pemilik warnet RaisonE disangka mau maling jemuran ya? Huh, cape deh. Dah ah, kabuuuuuurrrrrr. Tapiiiii....Makasih ya non Elia. Tanam lagi yang banyak dong.

Friday, November 16, 2007

Sentu kenip yang cantik lucu...



Ajeng baru saja melintas di jam 17.14 menuju Mg. Berkemeja panjang es lilin putih kemerahan, berjins biru pupus dan mengenakan sentu kenip coklat yang membuat lenggangnya tampak ringan lucu. Sebuah tas kantor terselip di kelek kirinya.

Wednesday, November 14, 2007

Bujur geometris


Sekilas di jam 17.20 tampak lenggang ayu itu mengarah ke Menaragading. Sporthemp lurik hijau pucat dipadu dengan celana panjang hitam yang pas apik. Memang iya rupanya sosok Ajeng yang selalu bikin kangen itu  mengenakan wig.